Juni 02, 2014

Buku Menggugah Semangat Nasionalisme Lewat Puisi (Antalogi Puisi)




Judul      : Menggugah Semangat Nasionalisme Lewat Puisi
Penulis   : 260 Sahabat Pena Ilusi
Penerbit : Pena Nusantara
ISBN       : 978-602-1277-10-2
Tebal      : 435 Halaman
Terbit     : Juni 2014


Buku “Menggugah Semangat Nasionalisme Lewat Puisi" merupakan antalogi puisi bertema nasionalisme, ditulis 260 Sahabat Pena Ilusi.

Buku ini adalah hasil seleksi lomba menulis puisi tingkat nasional dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional yang ke-106 tahun. Total peserta yang masuk sejumlah 843 peserta dan diambil 260 karya.

Karya puisi milik Rindang Diannita yang berjudul "Renungan" adalah salah satu karya yang terpilih untuk di bukukan dalam antalogi puisi “Menggugah Semangat Nasionalisme Lewat Puisi".

Berminat mengoleksi antalogi puisi ini?

Pemesanan bisa melalui Penerbit Pena Nusantara
atau melalui penulis :
E-mail : diannita.rindang@gmail.com
Facebook-Twitter-Instagram : @RindangDiannita






Mei 23, 2014

Antibiotik


Picture by corporate.kimiafarmaapotek.co.id

Definisi Antibiotik
Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata anti = lawan, bios = hidup. Adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain, sedang toksisitasnya terhadap manusia relatif kecil.
        Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris dr. Alexander Fleming (Penisilin) pada tahun 1928. Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh dr. Florey. Kemudian banyak zat  dengan khasiat antibiotik diisolir oleh penyelidik-penyelidik lain diseluruh dunia, namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai obat. Antibiotik juga dapat dibuat secara sintetis, atau semi sintetis.
        Aktivitas antibiotik umumnya dinyatakan dalam satuan berat (mg) kecuali yang belum sempurna permurniannya dan terdiri dari campuran beberapa macam zat, atau karena belum diketahui struktur kimianya, aktivitasnya dinyatakan dalam satuan internasional = Internasional Unit (IU). Dibidang peternakan antibiotik sering dimanfaatkan sebagai zat gizi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan ayam negeri potong.

Efek Samping Antibiotik
        Penggunaan antibiotika tanpa resep dokter atau dengan dosis yang tidak tepat dapat menggagalkan pengobatan dan menimbulkan bahaya-bahaya lain seperti:

1.     Sensitasi / hipersensitif
Banyak obat setelah digunakan secara lokal dapat mengakibatkan kepekaan yang berlebihan, kalau obat yang sama kemudian diberikan secara oral atau suntikan maka ada kemungkinan  terjadi reaksi hipersentitiv atau allergi seperti gatal-gatal kulit kemerah-merahan, bentol-bentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi syok, contohnya Penisilin dan Kloramfenikol. Guna mencegah bahaya ini maka sebaiknya salep-salep menggunakan antibiotika yang tidak akan diberikan secara sistemis (oral dan suntikan).

2.     Resistensi
Jika obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah, atau waktu terapi kurang lama, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi artinya bakteri tidak peka lagi terhadap obat yang bersangkutan. Untuk mencegah resistensi, dianjurkan menggunakan kemoterapi dengan dosis yang tepat atau dengan menggunakan kombinasi obat.

3.     Super infeksi
Yaitu infeksi sekunder yang timbul selama pengobatan dimana sifat dan penyebab infeksi berbeda dengan penyebab infeksi yang pertama. Supra infeksi terutama terjadi pada penggunaan antibiotika broad spektrum yang dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri di dalam usus saluran pernafasan dan urogenital. Spesies mikroorganisme yang lebih kuat atau resisten akan kehilangan saingan, dan berkuasa menimbulkan infeksi baru misalnya timbul jamur Minella albicans dan Candida albicans. Selain antibiotik obat yang menekan sistem tangkis tubuh yaitu kortikosteroid dan imunosupressiva lainnya dapat menimbulkan supra infeksi.  Khususnya,anak-anak dan orangtua sangat mudah dijangkiti supra infeksi ini.

Penggolongan Antibiotik Berdasar Aktivitasnya

Berdasarkan luas aktivitas kerjanya antibiotika dapat digolongkan atas :
1.     Zat-zat dengan aktivitas sempit (narrow  spektrum)
Zat yang aktif terutama terhadap satu atau beberapa jenis bakteri saja (bakteri gram positif atau bakteri gram negatif saja). Contohnya eritromisin, kanamisin, klindamisin (hanya terhadap bakteri gram positif), streptomisin, gentamisin (hanya terhadap bakteri gram negatif saja)

2.     Zat-zat dengan aktivitas luas (broad spectrum)
Zat yang berkhasiat terhadap semua jenis bakteri baik jenis bakteri gram positif maupun gram negatif.  Contohnya   ampisilin, sefalosporin, dan kloramfenicol.

Kelompok Antibiotik
1.  Golongan Penisilin
2.  Golongan Sefalosforin
3.  Golongan Aminoglikosida
4.  Golongan Kloramfenikol
5.  Golongan Tetrasiklin
6.  Golongan Makrolida
7.  Golongan Rifampisin dan Asam Fusidat
8.  Golongan Lain - Lain

Golongan Kloramfenikol
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Kloramfenikol


Colme
Chloramex
Enkacetyn
Kalmicetin

2.
Tiamfenikol


Urfamycin
Thiamycin
Thiambiotic


Golongan Tetrasiklin
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Tetrasiklin

Dumocycline
Supertetra
Tetrin

2.
Doksisiklin

Vibramycin
Dumoxin
3.
Minosiklin HCl

Minocin
4.
Oksitetrasiklin HCl

Oxytetracycline Indo Farma
Terramycin

Golongan Makrolida
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Eritromisin

Erythrocin
Kalthrocin
Pharothrocin
2.
Spiramisin

Rovamycin
Spiradan
3.
Roxithromycin
Rulid
4
Azithromycin
Zithromax

Zycin

Golongan rifampisin/asam fusidat
NO
GENERIK
NAMA DAGANG
1
Rifampicin
Kalrifam


Rifam


Rifamtibi
2
Asam fusidat
Rucidin

Golongan Lain – Lain
NO.
NAMA GENERIK
& LATIN
NAMA DAGANG
1.
Klindamisin Hidroklorida

Dalacin C
Niladacin
Lando
2.
Kolistin Sulfat

Colistine
3.
Metronidazol

Elyzol
Flagyl i.v
Nidazole
4.
Lincomycin
Lincocin

5.
Tinidazole
Fasigyn
Flatin
6.
Rifampicin
Kalrifam


------------------------------------------------------------------------------
Source:
Mata Kuliah Farmakologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Note by Rindang Diannita
Picture by corporate.kimiafarmaapotek.co.id

Februari 22, 2014

Philosophy Of Sakura Flowers

This article is published on ASEC Official Website, January 2013 (Actual Smile English Club is one of English Club in Indonesia)

This is the full article. I really like the Sakura flowers, therefore I record it in writing. Please read :)
Picture by Kubipet.com

Philosophy of Sakura Flowers
Have you ever imagined if you are on vacation in Japan or Korea and enjoy the Spring, the Sakura flowers are blooming along the way? Yay! Difficult to imagine and certainly very enjoyable especially for those who are fans of  Japan or Korea.
Previously, have you been familiar with Sakura flowers? Typical Japanese flowers only bloom in a view days. It is the national flower of Japan blooms in the Spring, around the beginning of April until the end of April. Sakura can be seen everywhere in Japan. The character of it can be shown in a wide variety of consumer goods, including kimono, stationery, and kitchen utensils. For the Japanese, Sakura flowers is an important symbol, which is often associated with women, life, death, and also a symbol to express the bond between humans, courage, sadness, and joy.
But here I will describe the philosophy of Sakura flower. It becomes a metaphor for traits that are not eternal life but important to Japanese people. Sakura blooms once a year and always be waiting to be seen by Japanese, immortalized in the form of photographs, created the animation and movies, novels, songs, even Sakura Flower Association of Japan, and a rare opportunity of picnic under the Sakura tree to enjoy Sakura bloom. It signifies Sakura flowers really meaningful for the people of Japan, though it blooms only once a year and easily fall.
Sakura also warned that things would pass and have the opposite. There is sadness, there is joy. There’s life, there comes a time to die. There was a time broke beautifully and there are times when falling. And that’s what did the Sakura flowers bloom to provide beauty for the souls of Japan. That’s why Japanese Society gathered together to celebrate with, through the park while doing meditation and enjoy a meal under the Sakura tree. The celebration, known as “Hanami”.
These all are the philosophies of Sakura flower, would you be like Sakura flowers? That in future all people, useful for everyone? We can learn much from beautiful Sakura flowers. Let’s be like Sakura Flowers!


Februari 07, 2014

About Author



Rindang Diannita was born in September and included in the 90s generation.
She is still learning to be a better person.



  Sincerely,
Rindang Diannita
.
.
From

I N D O N E S I A